Cara Trading Menggunakan Strategi Martingale dan Anti Martingale

Strategi Martingale dan Anti Martingale – Strategi trading adalah suatu sistem perdagangan dengan parameter yang jelas yang digunakan untuk membuat keputusan trading untuk membeli atau menjual serta kapan dan dengan harga berapa untuk masuk dan keluar dari transaksi. Strategi ini didasarkan pada analisa fundamental dan/atau teknikal.

Trading membutuhkan manajemen beberapa hal penting. Seorang trader perlu memilih instrumen untuk ditradingkan, menentukan strategi yang akan digunakan, menentukan seberapa besar risiko yang siap diambil dalam trading, dan bagaimana cara mengelola trading. Strategi Martingale dan Anti-Martingale berfokus pada ukuran trading, yang merupakan pertanyaan mendasar untuk memastikan pendapatan yang stabil.

1. Sistem Martingale

Sistem Martingale adalah metode terkenal untuk membuat taruhan. Awalnya dimaksudkan sebagai sistem perjudian, namun trader juga dapat menerapkannya di pasar keuangan. Prinsip dari strategi taruhan Martingale adalah menggandakan ukuran posisi setelah setiap taruhan yang kalah. Ini harus dilakukan sampai ada taruhan yang menang dan dapat memulihkan semua kerugian sebelumnya.

Untuk lebih memahami strategi ini, mari kita ambil contoh permainan judi rolet. Misalkan kita bertaruh $100 pada warna merah. Kita akan memenangkan $100 setiap kali bola rolet berhenti di warna merah, dan kehilangan $100 setiap kali bola berhenti di atas warna hitam. Berdasarkan sistem Martingale, jika hasilnya positif, kita harus memulai taruhan $100 yang baru lagi. Namun jika hasilnya negatif, kita akan kehilangan $100. Dalam hal ini, kita harus menggandakan taruhan kita pada putaran berikutnya, yang setara dengan $200. Jika putaran kedua juga gagal, kita harus menggandakan taruhan lagi. Proses ini akan berlanjut sebanyak yang diperlukan sampai kita mencapai hasil positif yang dapat mengganti semua kerugian yang terjadi selama kekalahan beruntun.

Cara menggunakan strategi Martingale secara efektif

  1. Pilih aset dan jangka waktu untuk trading.
  2. Tentukan ukuran posisi dasar.
  3. Buka order beli atau jual.
  4. Tetapkan level Stop Loss dan Take Profit dengan rasio 1:2.
  5. Anda akan menang atau kalah saat Take Profit atau Stop Loss terpicu.
  6. Jika Take Profit terpicu, kembali ke langkah ketiga dan buka trade baru. Jika kalah, gandakan posisi Anda dan mulai lagi dari langkah ketiga.

Strategi ini lebih sesuai untuk trader dengan modal besar. Dengan strategi Martingale, Anda tidak perlu mencoba memprediksi arah harga atau tren pasar karena Anda dijamin untung dari setiap trade yang menguntungkan. Selain itu, strategi ini memberi Anda hasil yang dapat diprediksi dalam kondisi tertentu.

2. Sistem Anti-Martingale

Sistem Anti-Martingale adalah kebalikan dari sistem Martingale yang sebelumnya dijelaskan. Strategi ini meminta trader untuk mengurangi setiap taruhan setengahnya setelah kalah dan meningkatkan setiap taruhan dua kali setelah menang. Ini membantu untuk memperbesar keuntungan keseluruhan saat menang dan meminimalkan kerugian saat kalah. Strategi ini juga meningkatkan risiko saat portofolio akun tumbuh dan menurunkan risiko saat portofolio akun turun.

Sistem Anti-Martingale lebih cocok untuk digunakan di pasar keuangan dibandingkan dengan sistem Martingale karena ini adalah model pengelolaan uang yang lebih logis dan praktis bagi trader. Banyak strategi dan sistem trading di pasar Forex dan Kontrak Berjangka didasarkan pada beberapa variasi pendekatan Anti-Martingale. Model trading swing dan mengikuti tren yang konservatif biasanya memiliki alokasi ukuran posisi yang lebih rendah ketika sistem mengalami kerugian, tetapi lebih banyak risiko ketika sistem trading menemukan situasi dan manfaat yang tepat dari serangkaian trade yang menang.

Contoh dan Kelebihan Sistem Anti-Martingale

Untuk memahami dasar-dasar strategi Anti-Martingale, mari kita lihat contoh sederhananya. Misalnya, Anda memiliki koin dan terlibat dalam permainan taruhan kepala atau ekor dengan taruhan awal $1. Kemungkinan yang sama ada kepala atau ekor akan mendarat, dan setiap lemparan independen (lemparan sebelumnya tidak memengaruhi hasil lemparan berikutnya). Asumsikan Anda selalu bertaruh pada kepala.

Jika lemparan pertama adalah kepala, Anda akan memenangkan $1 dan kemudian bertaruh $2. Jika kepala lagi, Anda akan menjadi $4 pada flip berikutnya. Tapi jika itu ekor, maka Anda akan membagi dua taruhan Anda berikutnya dan bertaruh $2 lagi.

Salah satu keuntungan dari strategi Anti-Martingale adalah bahwa ia dapat menciptakan efek “bola salju” yang menghasilkan keuntungan yang semakin besar seiring dengan perjalanannya. Karena itu, strategi Anti-Martingale juga dikenal dengan sebutan strategi “bola salju”.

Namun, penting juga untuk membatasi jumlah transaksi karena satu transaksi terakhir yang kalah dapat mengakibatkan kerugian yang besar.

Dalam prakteknya, terdapat dua cara penggunaan strategi Anti-Martingale, yaitu:

  • Anti-Martingale Berurutan
    Artinya membuka posisi baru dengan modal yang lebih besar saat posisi sebelumnya masih terbuka dan sedang untung.
  • Anti-Martingale Terputus
    Artinya membuka posisi baru dengan modal yang lebih besar dengan terlebih dahulu menutup posisi sebelumnya yang untung.

Demikian ulasan secara lengkap mengenai Cara Trading Menggunakan Strategi Martingale dan Anti Martingale, semoga bisa membantu kalian yang sedang proses mendalami trading forex. Terima kasih

administrator

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Cara Trading Menggunakan Strategi Martingale dan Anti Martingale yang dipublish pada 29 December 2022 di website Kabar Indotek

Artikel Terkait

Leave a Comment