Sistem Pelumasan

10 Komponen Dari Sistem Pelumasan Kendaraan Mobil

 

Komponen Dari Sistem PelumasanPelumasan adalah sebuah sistem / rangkaian pada kendaraan di mana pelumas ditampung, disedot, disaring, kemudian didistribusikan secara menyeluruh ke setiap bagian mesin. Media pelumas yang digunakan pada sistem ini adalah oli yang mampu masuk hingga ke celah mesin yang terdalam.

Sistem Pelumasan pada mesin mobil memiliki peran penting buat menjaga keawetan dan ketahanan komponen di dalam mesin. Bagi komponen mesin yang memiliki beban gesekan besar seperti contohnya bearing,conrod bearing,ring psiton,piston,silinder dan lainnya, tanpa sistem pelumas maka komponen di atas bakalan cepet aus atau rusak.

Kali ini kami jelaskan tentang komponen-komponen sistem pelumasan mesin yang ada di kendaraan.

KOMPONEN SISTEM PELUMASAN KENDARAAN MOBIL

Komponen sistem pelumasan pada setiap mesin mobil bisa berbeda. Ini tentu tergantung dari konstruksi maupun tipe mesin yang digunakan. Namun umumnya, mereka memiliki beberapa kesamaan fungsi dan cara kerja. Berikut jenis komponen sistem pelumasan:

1. Oil Pan (Bak penampungan oli)

Fungsi dari oil pan ini adalah sebagai bak temapt menampung oli mesin, oli mesin yang di gunakan buat melumasi seluruh mesin akan ditampung di oil pan kemudian akan di sedot kembali ke pompa oli buat di sirkulasikan ke dalam mesin. Selain sebagai penampung oli, oil pan juga memiliki dua fungsi lain yaitu sebagai tempat saluran pembuangan oli dan tempat menjaga kelancaran sirkulasi oli mesin di berbagai kondisi jalanan.

2. Oil Strainer (Saringan oli kasar)

Fungsi dari saringan oli kasar ini adalah buat menyaring oli mesin pertama kalinya dari benda benda yang berukuran cukup kasar yang ada di dalam bak penampungan oli, penyaringan ini bertujuan agar kotoran tersebut tidak masuk ke dalam dan tersedot oleh pompa oli yang bisa menyebabkan kerusakan pada mesin kalian.

3. Oil Pump (Pompa Oli)

Fungsi dari pompa oli ini adalah untuk menciptakan tekanan pada oli mesin dengan cara menyedot oli mesin dari oil pan lalu kemudian di pompa ke seluruh bagian mesin. Oli mesin yang sudah di pompa oleh oil ppump akan menjadi bertekanan sehingga bisa mengalir keseluruh jalur sistem pelumasan mesin, dengan adanya oil pump maka oli mesin bisa dengan mudah bersirkulasi ke seluruh bagian mesin.

4. Oil Pressure Regulator/Relieve valve

Fungsi dari relieve valve ini adalah buat mengatur tekanan oli mesin agar tetap konsisten dan stabil meskipun putaran mesin berubah-ubah. Saat mesin berputar pada kecepatan tinggi pompa oli juga akan ikut berputar lebih cepat, hal ini akan meingkatkan tekanan oli di saluran mesin, dengan adanya oil pressure regulator ini tekanan oli yang berlebihan bisa di kurangi dengan cara membuka saluran pada relieve valve. Oli yang keluar dari relieve valve ini kemudian akan kembali di tampung oleh bak penampungan oli.

5. Oil Cooler/Pendingin Oli Mesin

Fungsi dari oil cooler ini adalah buat mendinginkan suhu oli mesin sebelum di alirkan kedalam blok mesin, dengan adanya penurunan suhu pada oil mesin akan membuat fungsi pendinginan pada oli mesin menjadi maksimal. Saat ini ada dua model cooler yang biasa di gunakan yaitu: Oil cooler dengan pendinginan udara dan oil cooler dengan pendinginan air pendingin mesin. Untuk oil cooler berpendingin udara, anda dapat melihat contohnya pada mobil L300, dan untuk pendingin air ada pada truk Canter.

6. Filter Oli (saringan oli halus)

Fungsi dari filter oil ini adalah buat menyaring oli mesin dari kotoran yang lebih halus sebelum oli tersebut di sirkulasikan ke seluruh bagian dalam mesin. Umumnya posisi filter oli ini di taruh tepat di bagian silinder blok yaitu pada saluran masuk oil main gallery atau jika menggunakan oil cooler maka filter oli di letakkan sebelum oil cooler berada.

7. Oil Main Gallery

Oil main gallery adalah saluran yang terdapat di dalam blok mesin. Fungsi oil main gallery adalah sebagai tempat saluran oli mesin yang akan dialirkan. aluran-saluran oli ini mengarah ke masing-masing komponen mesin yang perlu dilumasi, seperti contohnya untuk main bearing, con rod bearing, dinding silinder, dan lain-lain. Selain itu, oil main gallery ini juga terhubung dengan cylinder head yang akan mengalirkan oli ke camshaft dan rocker arm.

8. Oil Jet

Fungsi dari oil jet ini adalah buat menyemburkan oli bertekanan ke piston pin dan dinding silinder, posisi oil jet umumnya di letakkan pada bagian bawah blok mesin dekat dengan poros engkol.

9. Oil Pressure Switch

Fungsi dari oil pressure switch ini adalah sebagai saklar untuk mematikan/menghidupkan lampu indikator oli mesin yang berada di dasboard mobil, dengan begitu pengemudi bisa mengetahui apakah oli mesin mengalir dengan baik/tidak. Oil Pressure switch akan memantau aliran dan tekanan oli di dalama saluran oli main gallery nah jika tekanan oli berkurang atau tidak mengalir maka oil pressure switch akan membuat lampu indikator oli di dashboard menayala.

10. Engine Oil/ Oli Mesin

Yang terakhir adalah yang paling penting juga tanpa adanya oli mesin maka semua komponen pada sistem pelumasan di atas tidak bisa berfungsi dengan semestinya, Oli mesin menjadi komponen utama bagi mesin agar seluruh sistem pelumasan bisa berfungsi dengan baik dan sempurna.

 

 

Itulah uraian dari kami mengenai 10 Komponen Dari Sistem Pelumasan Kendaraan Mobil, dengan mengetahui beberapa komponen sistem pelumasan maka kalian bisa semakin memahami kendaraan kalian yaa. Semoag bermanfaat