Prinsip Asuransi Syariah

10 Prinsip Asuransi Syariah Yang Perlu Diketahui

 

Prinsip Asuransi SyariahUntuk kalian yang merasa tertarik mempunyai asuransi namun terganjal prinsip dan nilai keyakinan yang kalian anut. Maka asuransi dalam wujud syariah bisa jadi opsi yang pas.

Secara definisi asuransi syariah ialah asuransi yang didasarkan pada prinsip syariah dengan usaha tolong- menolong( ta’ awuni) dan saling melindungi( takafuli) antar para peserta di dalamnya. Hal ini diwujudkan dengan pembentukan kumpulan dana( Dana Tabarru’), dana ini diatur sesuai dengan prinsip syariah untuk mengantisipasi adanya resiko tertentu.

Prinsip Asuransi Syariah

Lalu apa saja prinsip yang ditanamkan dalam asuransi syariah. Berikut Kita merangkumnya:

1. Prinsip Tauhid

Prinsip pertama yang dijunjung oleh asuransi syariah adalah prinsip tauhid. Prinsip ini merupakan hal yang dasar dan jadi salah satu nilai penting yang harus kalian pahami dengan baik. Prinsip ini, memposisikan niat dasar mempunyai asuransi bukan untuk meraup keuntungan saja. Melainkan melalui asuransi ini bisa membuat kamu ikut dan dalam menerapkan prinsip syariah dalam asuransi.

Hal ini harus dimengerti dengan baik untuk kalian yang ingin memiliki asuransi syariah. Karena asuransi ini memang diperuntukkan saling tolong- menolong. Bukan malah sebagai alat perlindungan diri semata saat mengalami musibah atau resiko lainnya di kemudian hari.

2. Prinsip Keadilan

Prinsip berikutnya adalah prinsip keadilan. Prinsip ini bisa nampak saat pelanggan dan pihak industri asuransi bersikap seimbang antara satu dengan yang lain. Hal ini berarti, kedua belah pihak ini wajib adil berkaitan dengan hak dan kewajibannya masing- masing pihak. Jika prinsip ini ditegakkan maka tidak ada pihak yang merasa dirugikan dari produk asuransi yang digunakan.

Baca Juga :  Hukum Asuransi Syariah Di Indonesia Yang Perlu Kamu Tahu

3. Prinsip Tolong- Menolong

Prinsip yang ketiga adalah tolong- menolong. Prinsip ini jadi nilai yang berarti di dalam asuransi ini. Di antara satu pelanggan dengan pelanggan yang lain diwajibkan buat saling berkontribusi atau berderma yang pada kesimpulannya bisa saling menolong jika ada risiko terjadi.

Misalnya, kala ada salah satu pelanggan terkena musibah sampai mengalami kerugian. Pihak industri asuransi di sini hanya akan berperan sebagai pengelola anggaran saja dari anggaran kontribusi para peserta yang sudah digabungkan.

4. Prinsip Kerja Sama

Dalam asuransi syariah turut menjalankan prinsip kerja sama. Kerja sama ini perlu dijalin antara pelanggan dan industri asuransi selaku pihak pengelola anggaran. Selanjutnya, kerja sama ini wajib dijalankan sesuai perjanjian atau akad yang sudah disetujui sedari awal oleh kedua belah pihak. Diharapkan melalui akad ini, kedua belah pihak bisa menjalankan hak dan kewajibannya dengan balance.

5. Prinsip Amanah

Industri asuransi tentunya harus menjalankan prinsip amanah di dalam mengatur anggaran nasabah. Termasuk amanah perlu diaplikasikan oleh para pelanggan asuransi syariah. Dengan bersikap jujur dan tidak melebih- lebihkan saat mengajukan klaim. Tindakan mengada- ngada ini seperti membodohi, membuat insiden palsu, serta lain sebagainya.

Tetapi, di lain sisi, industri asuransi juga wajib amanah juga. dengan tidak semena- mena dalam memperoleh profit yang bisa diamati dalam pengambilan bermacam keputusan.

6. Prinsip Saling Rida

Prinsip yang keenam adalah saling rida dalam berbisnis di antara semua pihak. Hal ini ialah hal pokok agar semua proses dapat berjalan dengan baik serta sesuai ketentuan. Pelanggan wajib rida dikala dananya diatur industri asuransi sesuai dengan rancangan syariah. Di lain sisi, pihak industri asuransi juga perlu rida dengan tepercaya yang diberikan oleh pelanggan. Pihak industri selanjutnya perlu mengatur dana pelanggan itu sesuai dengan aturan serta ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Manfaat Asuransi Syariah Untuk Masa Depan Kamu dan Keluarga

7. Prinsip Menghindari Riba

Seperti dikenal, mayoritas orang enggan melakukan asuransi karena ada faktor riba yang dihindari. Nah, dalam asuransi syariah menghindari riba adalah salah satu tujuan penting cara asuransi. Dengan begitu, semua anggaran atau premi yang sudah dibayarkan oleh pelanggan kepada industri asuransi harus diinvestasikan dalam bisnis- bisnis yang sesuai dengan prinsip syariah.

8. Prinsip Menghindari Bertaruh

Dalam asuransi konvensional atau non- syariah itu menggunakan prinsip maisir merupakan hal yang biasa. Akan tetapi, hal ini tidak legal dalam asuransi syariah. Pastinya, asuransi ini sangat menjauhi penggunaan konsep maisir tersebut justru akan mempraktikkan sistem risk sharing pada layanan asuransi syariah ini.

9. Prinsip Menghindari Ketidakjelasan

Di dalam asuransi syariah sangat tidak memperbolehkan adanya ketidakjelasan dalam pelayanan mereka. Pada dasarnya, asuransi ini memakai rancangan risk sharing, bukan justru risk transfer seperti yang dipakai dalam asuransi konvensional.

10. Prinsip Menghindari Praktik Suap- Menyuap

Prinsip yang kesepuluh ini wajib dijalankan oleh kedua belah pihak, baik peserta ataupun industri asuransi. Keduanya wajib menjauhkan diri dari praktik suap- menyuap pada tiap bisnis yang dilakukan. Praktek suap- menyuap ialah aktivitas yang hanya akan menguntungkan satu belah pihak saja. Sementara pihak yang lain akan dibebani.

 

Penutup

Nah itulah beberapa mengenai Prinsip Asuransi Syariah yang Perlu Diketahui Oleh Kalian, dengan mengetahui beberapa prinsip mengenai asuransi syariah semoga bisa menambah keyakinan kalian mengenai asuransi syariah. Semoga Bermanfaat