Puasa setelah idul adha

Puasa setelah idul adha, berikut hukumnya

Kabarindotek.com – Berpuasa menjadi salah satu amalan yang cukup banyak dilakukan oleh umat Muslim. Karena memang, di dalam Islam terdapat banyak sekali puasa. Mulai dari puasa yang hukumnya adalah wajib seperti Ramadhan, sunnah seperti senin kamis dan dawud, hingga yang hukumnya haram. Mungkin ada yang heran, apakah ada puasa yang haram dilakukan. Ia kan? Maka jawabannya memang ada. Jadi, kita hanya diperbolehkan berpuasa pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Yang berdasarkan pada dalil. Serajin apapun Anda berpuasa, jika memang ada dalil yang melarang, maka janganlah berpuasa. Karena jatuhnya akan haram. Bukannya mendapat pahala, malah sebaliknya. Lantas, kapankah puasa itu haram dilakukan? Maka, salah satu waktu yang haram untuk berpuasa adalah puasa setelah idul adha.

Hukum Puasa Setelah Idul Adha

Tentu, sebagai seorang muslim yang taat, Anda akan mengikuti sunnah Rasulullah yang terdapat pada setiap hadis-hadis beliau. Jika Rasulullah yang ibadahnya luar biasa saja tidak berpuasa setelah idul adha, apakah lantas Anda akan mencoba berpuasa padahal jelas keharamannya? Tindakan ini tentu tidaklah benar. Sebab akan membuat Anda mempertontonkan kejahilan yang nyata. Jadi, puasa setelah idul adha adalah haram. Tidak boleh melaksanakan puasa, dengan alasan apapun. Adapun harinya kita kenal dengan hari tasyrik. Yang jatuh pada tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah. Pada tanggal-tanggal tersebut orang-orang yang berkurban akan menyembelih hewan kurbannya.

Pengertian Hari Tasyrik

Apa itu hari tasyrik? Jadi, hari tasyrik merupakan waktu usai idul adha. Yang jatuh pada tanggal; 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Jangan lupa untuk mengingat-ingatnya ya. Dan saat itu, para saudara kita yang tengah melaksanakan haji sedang melempar jumrah di Mina.

Baca Juga :  Teks Bilal Idul Adha yang bisa Kalian Hafal

Nah, tasyrik ini berasal dari kata syuruq yang merupakan bahasa Arab. Artinya adalah terbit. Kata ini mengacu pada waktu mulainya penyembelihan hewan kurban ketika idul adha. Yaitu saat matahari sudah terbit. Masyarakat muslim yang terdahulu, kerap mendendeng ataupun menjemur daging yang mereka dapatkan pada bawah sinar matahari.

Hal ini karena pada masa tersebut belum terdapat kulkas yang bisa membuat daging kurban mereka tahan lama. Dalam hal ini, Imam al-Nawawi pernah berkata, bahwasanya hari tasyrik merupakan 3 hari usai idul Adha. Yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Adapun ketika hari tasyrik adalah adalah karena masyarakat menjemur daging yang mereka dapatkan pada bawah terik mentari. Dan dalam hadis, terdapat penjelasan bahwa hari tasyrik adalah hari untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak dzikir, dengan mengesakan Nya.

Dengan beberapa penjelasan tersebut, tentu sudah sangat jelas, bahwa hari tasyrik adalah hari yang berbahagia. yang mana, para umat Muslim seluruh dunia bisa merasakan nikmatnya daging kurban. Karena tanpa qurban, tentu ada saudara-saudara kita yang hanya bisa merasakan kenikmatan daging hanya saat hari raya qurban ini saja. Hari tasyrik juga merupakan hari makan dan minum. Namun tetap saja, kita meski memperbanyak berdzikir kepada Allah, senantiasa mengingat Nya, dan mengesakannya dengan takbir. Hal ini sebagaimana yang telah Allah jelaskan dalam firman Nya qs. AL-Baqarah ayat 203. Ibadah yang sangat mulia ini bisa kita laksanakan hingga akhir tanggal 13 Dzulhijjah, atau penutup hari tasyrik. Maka, jika memang ingin berpuasa, Anda bisa melaksanakannya setelah hari tasyrik.

Demikianlah hukum dan sedikit penjelasan terkait dengan puasa setelah idul adha. Semoga Allah berikan kita pemahaman yang mudah. semoga bermanfaat.

Baca Juga :  Niat Qurban Idul Adha yang harus Kalian pahami